|
Bangunan Bersejarah Di Banda Neira Tidak Terawat |
|
|
Senin, 19 Mei 2008 |
 Banda Neira - Sebagaian besar bangunan peninggalan voc yang berusia ratusan tahun di kepulauan Banda Neira,Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku, tidak terawat dengan baik,Putri Tokoh Proklamator Gemala Hatta minta agar pemerintah dapat memperhatikan bangunan berarsitek tempo dulu karena memiliki nilai sejarah tinggi
Puluhan bangunan peninggalan kolonial Belanda atau di masa VOC masih banyak berdiri kokoh. Di Kepulauan Banda Neira,kendati masih berusia ratusan tahun bagunan-bangunan bersejarah ini tidak mengalami perubahan baik dari sisi bentuk maupun sisi arsitekturnya.
Sebut saja Istana Mini dan Bangunan rumah pengasingan yang pernah di tempati oleh Muhammad Hatta,dan Syahril serta bangunan Rumah DR.Cipto Mangun Kusumo semuanya masih tampak seperti sediakala. Begitu pula dengan Benteng Belgica yang berada di atas ketinggian,lebih kurang 30 meter diatas permukaan laut, juga masih tegak berdiri.
Putri tokoh Proklamator Gemala Hatta bersama 3 sahabat Duta Besar saat berkunjung ke Banda beberapa waktu lalu sempat melihat sejumlah bangunan bersejarah yang tersebar di Banda Naira. Menurut Gemala, bangunan peninggalan masa voc di indonesia sudah tinggal sedikit sebagai akibat perubahan fungsi dan bentuk arsitekturnya.
Di Banda neira bangunan kolonial belanda kata Gemala Hatta masih tampak seperti dulu, kendati masih terlihat keasliannya,namun bangunan bersejarah itu,terkesan kurang terawat bahkan tampak kotor.”hari ini yang saya lihat istana yang ada disini,satu-satunya istana bekas pemerintah kolonial belanda itu tidak terurus jadi saya mohon perhatian,karena merupakan satu-satunya aset bangsa ,tolong kiranya ada semacam perhataian lebih khusus untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah yang ada.”pinta Gemala
5 tahun lalu ketika dirinya berada di Banda Neira alam lingkungan serta kebersihan disekitar bangunan peninggalan kolonial terjaga dengan baik . Putri Proklamator Bung Hatta menandaskan daerah ini sangat terpesona akan keindahan alamnya dan telah tersohor ke manca negara.
Untuk itu Gemala Hatta minta kepada pemerintah untuk dapat mengucurkan anggaran lebih dalam hal melestarikan aset budaya bangsa.”banyak sudah mulai terpesona dengan wilayah ini terutama orang asing,tetapi jangan sampai pemerintah daerah kurang memperhatikannya dengan baik.” Harap Gumala Hatta.(Tim Potret Maluku)
|