| Sukacita Iran atas krisis dunia |
|
| Rabu, 15 Oktober 2008 | |
Sementara perekonomian dunia tengah porak-poranda,
pemerintah sebuah negara justru bersuka cita.Sementara dunia menahan emosi di tengah gejolak pasar
keuangan, Republik Islam "Kami bahagia bahwa ekonomi Amerika terancam, dan
mereka menebus kejahatan-kejahatan mereka. Tuhan sedang menghukum mereka,"
kata Ayatollah Jannati, salah seorang ulama senior di Iran. Presiden Ahmadinejad sudah lama menyatakan
kapitalisme dunia ambruk, dan mengumumkan bangsa Jika bahasa Farsi mengenal padanan kata
"schadenfreude" (suka cita demi melihat orang lain ditimpa
kesulitan), inilah ungkapan itu. Untuk sementara, Nilai saham di bursa Tehran, meski turun sedikit akhir-akhir
ini, menguat sebesar 20% dalam setahun ini, sementara indeks di bursa di
Amerika dan Eropa berguguran. Kalangan yang aktif di bursa mengatakan kepada saya bahwa
yang mereka lebih minati adalah kemajuan rencana privatisasi yang digulirkan
pemeirntah, dan berbagi faktor domestik lain. Pialang Bahrom mengatakan, krisis ini mendatangkan peluang
bagi Pialang lain mengatakan, pasar di sini lebih terkait dengan
politik daripada ekonomi. Ekonomi minyak Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang menyatakan dia
bangga akan ketidaktahuannnya tentang ekonomi, tampaknya juga yakin hukum
persediaan dan permintaan tidak berlaku di republik berhaluan Islam seperti
negaranya. Dia bersikukuh menyatakan, jumlah uang tunai yang melimpah
dalam perekonomian negaranya, likuiditas berlebihan, bukanlah penyebab laju
inflasi terus melambung hingga 25%. Namun, dalam kasus ini, tampaknya pasti hanya masalah waktu
sebelum hukum gravitasi menimpa perekonomian Meski sektor industri tumbuh, dan ada upaya-upaya
diversifikasi lain, Menurut survei BP, Kementerian perminyakan Namun, harga minyak telah merosot ke kisaran $60 per barel
dari posisi puncak, dan masih terus menurun, ini pasti kabar buruk bagi neraca
keuangan Hari perhitungan Dalam teori, dalam masa-masa makmurnya, Namun, pemerintahan Presiden Ahmadinejad tidak mengalami
kesulitan membelanjakan uangnya, apalagi saat harga minyak mendekati $150 per
barel. Tidak jelas berapa banyak dari rezeki nomplok dari aliran
minyak itu masuk ke pundi-pundi deposito pemerintah. Yang jelas, Ahmadinejad membagi-bagikan uang ke kawasan
pedesaaan dan provinsi. Kontrak berskala besar diberikan kepada Pasukan Pengawal
Revolusi. Selain itu, dana dalam jumlah besar juga diberikan, dipinjamkan, atau
'ditanamkan' di negara-negara sahabat Banyak warga biasa Kini hari perhitungan mungkin mendekat. "Dampak langsung krisis keuangan di Amerika Serikat ini
bagi bangsa "Jika harga minyak Kenyataannya, harga minyak Di kawasan makmur di bagian utara Kebanyakan warga Keresahan sosial Namun, penurunan nilai properti ini bisa jadi tanda pertama
penurunan ekonomi secara umum yang bisa mendatangkan implikasi sosial dan
politik besar bagi Leylaz memprediksi penurunan harga minyak bagi "Itu berarti likuiditas bertambah, semakin banyak
masalah ekonomi, dan inflasi membubung. Itu berarti Kesenjangan sosial dan
keresahan sosial memburuk," katanya. Bagi Presiden Ahmadinejad, ada kemungkinan serius bahwa dana
akan menipis, saat dia melancarkan upaya untuk dipilih kembali dalam pemilihan
yang mungkin berlangsung Juni mendatang. Jika tida ada dana yang tersisa untuk
dibagi-bagikan, semangat pendukungnya bisa jadi menghadapi cobaan. Dan, jika harga minyak anjlok tajam, itu juga bisa mengubah
kondisi internasional. Saat ini, salah satu kendala terbesar bagi Barat untuk
menghadapi Tanpa masalah ini, banyak peluang baru terbuka. Semua ini memerlukan waktu beberapa bulan untuk terjadi.
Untuk sementara, uang masih terus mengalir masuk, dan para penguasa Namun, seberapa suka cita para Ayatullah atas ambruknya
kapitalisme dunia, masih mungkin kapitalisme akan menyerang balik.(BBC) |
| < Sebelumnya |
|---|